
Sering kali kekayaan identic dengan harta benda yang mewah, uang, kenyamanan, dsb. Bahkan sering dijadikan ukuran keberhasilan dan nilai diri dari manusia. Namun ternyata ada hal lain dari kekayaan yang ukuruannya bukan harta dan uang semata-mata. Hal ini yang saya sebut sebagai kekayaan sejati, yang nilainya lebih tinggi dari pada uang , harta. Kekayaan sejati ini memiliki unsur kekekalan, itu sebabnya tidak sekedar bicara harta dan uang yang sifat nya fana dan sementara.
.
Di dalam Alkitab kita akan melihat beberapa kekayaan yang sejati ini :
.
1. Nama baik.
Pro 22:1 Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.
Alkitab berkata ada kekayaan yang lebih dari sekedar harta, emas, perak, yaitu : nama Baik. Jika dalam kehidupan, kita tidak memiliki harta benda yang mewah, uang yang banyak, sebenaranya bukan masalah, sebab kekayaan tidak hanya berbicara tentang harta benda dan uang samata-mata, tetapi nama baik juga adalah harta dan kekayaan yang bisa kita miliki. Ada pepatah mengatakan : Gajah mati meninggalkan gading, Harimau mati meninggalkan belang, Manusia mati meningalkan nama baik.
Seperti apa kita dikenang ketika kita meninggal ? itu sebabnya mari kita menjaga nama baik, terlebih nama baik Tuhan yang tercermin dari hidup kita.
.
2. Kaya dalam kemurahan
2Kor 8:1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.
2Kor 8:2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.
.
Dalam terjemahan BIS
2Kor 8:2 Mereka sudah diuji dengan kesukaran-kesukaran yang berat. Tetapi di tengah-tengah kesukaran-kesukaran itu, mereka bergembira dan sangat murah hati dalam memberikan sumbangan untuk menolong orang lain, meskipun mereka miskin sekali.
Kembali kita diingatkan oleh Firman Tuhan bahwa kekayaan tidak sekedar harta benda dan uang semata, tetapi juga kemurahan.
Jemaat di makedonia adalah salah satu contoh yang sampaikan oleh Rasul Paulus, sekalipun mereka miskin dan dalam penderitaan, mereka dapat memberi kemurahan.
Kemuruahan hati memampukan kita bisa berbagi dan menolong orang lain, sekalipun kita dalam pergumulan dan penderitaan. Kemurahan hati memampukan kita untuk melakukan banyak kebaikan bagi orang lain.Kita bisa memberikan perhatian kepada orang lain, memberikan waktu bagi orang lain, memberikan tenaga bagi orang lain, memberikan pikiran, dan banyak kebaikan lainnya bagi semasam. Mari kita kaya dengan kemurahan.
.
3. kaya dalam iman.
Yakobus 2:5 Ingatlah, Saudara-saudara yang tercinta! Orang yang miskin di dunia ini, dipilih Allah untuk menjadi orang yang kaya dalam iman. Orang-orang itu akan menjadi anggota umat Allah seperti yang dijanjikan Allah kepada orang yang mengasihi-Nya.
.
Disini Alkitab berkata bahwa kita bisa memiliki kekayaan dalam iman. Kaya dalam iman ini berbicara mengenai iman yang bertumbuh. Salah satu contoh adalah jemaat di tesalonika :
2Th 1:3 Saudara-saudara, kami selalu wajib mengucapkan terima kasih kepada Allah karena kalian. Dan memang sepatutnya kami berbuat demikian, sebab kalian semakin percaya kepada Kristus, dan kalian semakin mengasihi satu sama lain.
2Th 1:4 Itulah sebabnya mengapa kami berbicara tentang kalian setiap kali kami mengunjungi jemaat-jemaat Allah. Dengan bangga kami menceritakan bagaimana kalian tetap teguh percaya kepada Kristus di dalam penganiayaan dan penderitaan yang kalian alami.
.
Disini kita diajar untuk terus memperlengkapi diri kita dengan hal-hal rohani agar iman kita bertumbuh dan kita kaya dalam iman. Mari kita membangun iman agar makin bertambah-tambah dengan Firman Tuhan, dengan berdoa. Saya ingat lagu sekolah minggu yang mengajarkan bahwa : baca kitab suci dan doa tiap hari kalau mau tumbuh.
.
Hal ini akan menjadi kekuatan bagi kita dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan. Selain itu Iman adalah sebuah warisan yang sangat berharga, seperti yang dikatakan Paulus dalam:
2Ti 1:5 Saya teringat akan kepercayaanmu yang sungguh-sungguh kepada Kristus, sama seperti kepercayaan nenekmu Lois dan ibumu Eunike. Dan saya yakin engkau pun percaya seperti itu.
1Ti 4:6 Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.
.
Iman yang bertumbuh ini bisa menjadi warisan bagi anak-anak kita. Sebab warisan yang paling berharga adalah warisan Iman, bukan kekayaan. Iman kita yang bertumbuh menjadi teladan bagi anak-anak kita sebagai warisan yang sifatnya kekal. Sehingga ketika kita anak-anak itu bertumbuh menjadi orang sukses dan orang-orang hebat mereka tetap mencitai Tuhan, mereka tidak sombong dan memiliki sikap hidup yang baik. Ketika mereka menghadapai tantangan mereka tidak goyah dan lemah bahkan meninggalkan Tuhan. Mari kita kaya dalam iman, iman kita bertumbuh dalam Iman kepada Kristus.
.
# Dr. Andries Yosua (Wakil Ketua III )
