Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46)

“Kadang-kadang sepertinya TUHAN tidak mendengarkan doa saya”. Kalimat diatas adalah hasil pelayanan counseling seorang wanita (ibu) dengan saya. Dan ibu ini seorang wanita yang kuat dan selalu rajin mengikuti ibadah demi ibadah yang ada di gerejanya. Dan hidupnya selalu berjalan bersama TUHAN.

Namun, didalam perjalanan pernikahannya wanita ini mengalami beban berat dalam rumah tangganya. Suaminya seorang peminum, pemabok, bahkan suaminya seorang penjudi. Wanita ini benar-benar diproses Tuhan lewat rumah tangganya. Dan dia benar-benar harus tekun berdoa dan menjadi contoh buat suaminya.

.

Tidak jauh kita dari wanita ini, seringkali hal yang sama merupakan jeritan hati banyak orang beriman.

Pernikahan yang sudah cukup matang. Selama 15 tahun di dalam perjalanan pernikahannya meminta kepada TUHAN untuk suaminya dapat berubah dari peminum, pemabok, bahkan penjudi. Namun, hal itu tidak pernah dia lihat perubahan dari tahun pertama pernikahan sampai puluhan tahun dia menikah. Dan seakan-akan tidak terjadi apa-apa perubahan untuk keluarga ini.

.

Apakah yang ada di pikiran kita, jika kita sudah bertahun-tahun kita meminta merengek-rengek sesuatu yang baik kepada TUHAN, sesuatu yang dengan mudah diberi TUHAN untuk dapat memuliakan nama-Nya, tetapi tidak kunjung dijawab-Nya? Apakah Dia tidak mendengarkan Doa-doa kita dan seruan hati kita???

Yuk…mari kita lihat kehidupan Yesus (Penebus) itu waktu di taman Getsemani. DIA berdoa berjam-jam dalam Kesedihan, Mencurahkan Isi Hati-Nya kepada BAPA, dan memohon dalam doa-Nya, “Biarlah cawan ini lalu dari hadapan-Ku”. (Matius 26:39).

Akan tetapi, jawaban BAPA jelas, “Tidak.” Untuk memberikan Keselamatan, Allah harus mengirim Yesus untuk mati di kayu salib. Meskipun Yesus merasa bahwa Bapa meninggalkan-Nya, Dia berdoa dengan khusuk dan dengan penuh perasaan sebab Dia percaya bahwa Allah mendengarkan..

Apabila kita berdoa, kita mungkin tidak melihat bagaimana TUHAN bekerja, atau kita tidak mengerti bagaimana TUHAN akan membawa kebaikan melalui semuanya ini. Percayalah sepenuhnya kepada-Nya. Kita mesti melepaskan hak-hak kita dan membiarkan TUHAN melakukan apa yang terbaik bagi kita.

.

Kita harus menyerahkan apa yang tidak kita ketahui kepada Dia yang tahu segala sesuatu. Dia sedang mendengarkan dan menangani masalahmu menurut cara-Nya sendiri.

Saudara/i yang kekasih,
Mari…datanglah kepada Tuhan, berlutut dan berserah total dihadapan Tuhan lewat doamu. Allah mendekatkan telinga-Nya untuk mendengarkanmu. Dan engkau akan menerima jawaban doamu. Karena Allah adalah Allah yang Mendengar Doa dan seruan hatimu. Amin

Tuhan Yesus Memberkati

.

# Surya Sitorus, M.Th. (Dosen Tetap)