
Mazmur 40:1-6
.
Di Jerman ada satu daerah yang unik, yaitu Rhine. Daerah ini penuh dengan batu-batu dan perbukitan yang agak gersang. Namun anehnya ada perkebunan Anggur di atas sana yang tumbuh dengan suburnya. Keanehan ini mendorong para peneliti untuk menyelidiki “mengapa bisa begitu?”. Ternyata setelah mereka melakukan penelitian di sana mereka menemukan bahwa akar-akar dari pohon anggur itu bertumbuh panjang sampai mencapai sungai Rhine. Para peneliti ini kemudian menyimpulkan bahwa yang paling menentukan dari tanaman anggur di sana bukan pada tempat keadaannya ataupun situasi di mana dia tumbuh, akan tetapi bagaimana pohon anggur itu bisa mengakarkan diri hingga sumber air.
.
Demikian juga dengan hidup orang percaya, bahwa hidup kita tidak bergantung pada keadaan dan situasi di mana kita berada, tapi bagaimana kita melekat dan berakar pada Tuhan. Hidup kita ditentukan dari seberapa jauh kita percaya kepada Tuhan. Firman Tuhan datang kepada kita, “Berbahagialah orang yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN… (ay. 5a)” Siapa itu orang yang berbahagia atau diberkati itu? Mereka adalah orang-orang yang percaya dan bergantung sepenuhnya kepada Allah, bukan pada keadaan.
.
Belajarlah dari Daud. Dalam segala keadaan hidupnya, Daud tetap menaruh kepercayaannya kepada Tuhan. Kuncinya adalah dengan mengingat kembali segala kebaikan dan pertolongan Tuhan di masa lalu dalam hidup kita. Daud melihat kembali pengalamannya pernah ditolong Tuhan, dari situ Daud beroleh percaya bahwa Tuhan bisa diandalkan. Lihat pengalaman Daud, “Aku sangat menanti-nantikan Tuhan…”, dari pengalamannya menanti-nantikan Tuhan, menunggu pertolongan Tuhan, Tuhan tidak mengecewakan, Tuhan bisa diandalkan.
.
Daud berkata, “… Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong (ay. 2), Ia mengangkat Aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa, Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku (ay. 3).”
.
Coba lihat kembali, kenang kembali pertolongan Tuhan dalam hidupmu di masa lalu. Masa-masa yang sulit dalam hidupmu, tapi engkau bisa keluar dan melalui itu semua karena pertolongan Tuhan. Katakan pada dirimu, “Hi Jiwaku, Tuhan pernah menolong engkau di masa lalu, percayalah bahwa Tuhan tetap sama dan bisa engkau andalkan.” Amin?
Bahkan Daud mengalami kesulitan ketika mencoba mengingat bahkan menghitung perbuatan dan pertolongan Tuhan. Kenapa? Ya, karena sudah sedemikian banyaknya pertolongan Tuhan itu.
.
Perhatikan ayat ke-6, “Banyaklah yang telah Kau lakukan, ya TUHAN, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung”. Tuhan telah menolong hidup kita bukan hanya sekali dua kali, tapi telah banyak kali. Percayalah, Tuhan bisa diandalkan!.
Kepercayaan kita kepada perbuatan dan pertolongan Tuhan, bukan hanya meneguhkan dan menguatkan kita, tetapi juga menjadi kesaksian bagi orang lain. Inilah tujuan dari Daud menulis mazmur ini. Bahwa kalau Tuhan bisa menolong hidup kita, Dia juga bisa tolong hidup orang lain.
.
Ay 4, “… Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada Tuhan.” Apa yang Tuhan perbuat dalam hidup kita, bukan hanya membuat kita semakin percaya, tetapi menjadi kesaksian bagi orang lain untuk juga percaya kepada Tuhan.
Pilihlah padamu pada hari ini untuk percaya kepada Tuhan!
.
# Dr. Patar DM Simanjuntak (Direktur Pascasarjana)
