
Saat setiap orang atau keadaan yang menguntungkan tidak berpihak kepadamu,dan saat harapanmu tidak sesuai dengan kenyataan, berhentilah sejenak! Namun ketahuliah hal ini hai sobat…bahwa Yesus tetap berpihak kepadamu, jika Tuhan dipihakmu apa yang akan mengalahkanmu?….
Kehidupan merupakan rangkaian dari banyak peristiwa yang kita alami.Dalam rangkaian peristiwa itu terkadang Tuhan izinkan kita mengalami peristiwa yang tidak kita harapkan terjadi dalam hidup kita, dan kita tidak berdaya untuk menolaknya.Orang yang kita sayangi ternyata mengkhianati kita, orang yang menyayangi kita tiba-tiba dipanggil Tuhan. Keuntungan yang ada di depan mata kita tiba-tiba berubah jadi kerugian yang menyakitkan, belum lagi akibat dari hal-hal tersebut kesehatan kita hilang dengan munculnya penyakit-penyakit yang menggerogoti. Teman-teman yang kita harapkan bisa meringankan persoalan, satu-persatu mundur dan menghindar secara teratur, bahkan yang lebih parah lagi orang yang dulu kita tolong, tidak mau kita temui walau hanya sekedar untuk curhat.Jika sudah begini, hidup rasanya seperti dalam alam kesepian, lengang dan gema teriakan serta jeritan kita seolah memantul kembali pada kita, tidak ada yang mendengar dan peduli apalagi mengulurkan pertolongan.Segala kebahagiaan, kesuksesan, kejayaan dan kesenangan masa lalu tidak berarti apa-apa dalam situasi ini. Kita seperti hidup di padang gurun kejam yang panas, jiwa kita kering kehausan, terpanggang, kita sakit dan tak tentu arah. Semua kelihatan samar sehingga kita bingung dan putus asa. Kemudian muncullah pikiran-pikiran jalan pintas yang mempengaruhi tindakan kita.Adakalanya kita berpikir apakah Tuhan peduli dengan kita?Pikiran kita menerawang jauh.Kemudian batin kita mulai bertanya; kalau Tuhan itu baik dan Maha baik, kenapa Dia tega mengijinkan hal ini terjadi dalam hidup saya?Apakah Tuhan tidak melihat, atau mendengar tentang masalah saya?Kalau Tuhan melihat dan mendengar persoalanku kenapa Dia tidak peduli dan bertindak? Itulah keinginan kita di dalam keterbatasa pengertian akan misteri kehidupan ini. Namun sampai di sini kita harus berhenti sejenak dan bersabar, kita beristirahat dulu.(Mzr 94: 9 Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar?Dia yang membentuk mata, masakan tidak memandang?) Sejenak kita memikirkan sebuah lukisan yang indah yang mewarna-warni, anggaplah kita berkhayal bahwa kita yang ada dilukisan itu, kita sedang berada di tengah taman bunga yang ditengahnya mengalir air sejuk yang jernih berisi batu-batuan, ikan-ikan kecil, dan di taman yang harum semerbak itu beterbangan kupu-kupu warna-warni yang menari-nari mengunjungi dan menciumi manisnya sari-sari bunga. Kemudian sesaat kita keluar dari lukisan itu dan melihat diri kita dalam goresan halus kasar dari lukisan itu. Bayangkanlah jika lukisan itu semuanya berwarna putih, atau semua warna merah maka lukisan itu pun tidak kita sebut indah, dan gambar kita pun tidak nampak dalam lukisan itu, bahkan kupu-kupu serta bunga tidak bisa nampak di lukisan itu jika semua warna lukisan itu berwarna merah atau hitam. Tapi karena lukisan itu ada warna hitam, biru, merah, coklat dan banyak campuran warna lain maka kanvas itu menampilkan harmoni warna yang membuat kita terpesona. Jadi sobat, hidup kita pun merupakan lukisan illahi yang terdiri dari beraneka warna kehidupan berupa peristiwa-peristiwa yang kita alami. Mungkin warna hidupmu sedang hitam atau abu-abu, yakinlah disampingnya Tuhan akan menaruh warna terang supaya keindahan hidupmu memancar. Tuhan adalah Pelukis hidupmu, Ia belum selesai dan masih bekerja mencampur warna-warna yang istimewa untuk membuatmu mahal dan indah, Ia masih punya rencana besar untuk masa depanmu yang penuh harapan. Jika perjalanan hidupmu saat-saat ini seperti sedang melewati gersangnya padang gurun, ingatlah hal ini! Yer 29 : 11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Jalan pikiran Tuhan memang susah kita pahami. Tuhan mengijinkan kita mengalami situasi padang gurun supaya kita berharap dan bergantung sepenuhnya pada-Nya sehingga kita melihat betapa Dia bisa kita percayai dan andalkan. Mungkin kita berkata: “Tapi persoalan saya ini beda ini terlalu berat untuk bisa saya tanggung, iman saya belum sekuat si Anu atau belum sekuat iman Pak Pendeta.” 1 Kor 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Tuhan tidak ingin kita mengarahkan pandangan kita pada manusia tetapi Dia ingin kita tetap focus/mata kita tertuju padaNya, seperti pengalaman Pemazmur dalam Mzr 123 …Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga. Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita. Kasihanilah kami, ya TUHAN, kasihanilah kami, sebab kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan; jiwa kami sudah cukup kenyang dengan olok-olok orang-orang yang merasa aman, dengan penghinaan orang-orang yang sombong.
Pemazmur memiliki semangat untuk berpengharapan yang gigih dan pantang menyerah sampai Tuhan mengasihani mereka. Jadi hal pertama yang memampukan kita dalam melewati gersangnya padang gurun adalah Semangat untuk berharap pada Tuhan bahwa Ia akan membuat hidup kita indah pada waktu-Nya, jangan mudah menyerah! Dalam menghadapi tantangan janganlah focus pada proses yang akan kita alami tetapi arahkanlah pandanganmu pada hasil dari tantangan itu, akan jadi seperti apa anda kelak itu ditentukan oleh sikap kita saat ini dalam menjalani tantangan dari masalah tersebut. Jangan takut bertindak jalani saja semua dengan semangat, dengan cinta, dengan keyakinan pada Firman Tuhan bahwa masa depan pasti lebih baik dari hari ini. Kita harus punya impian dan kita harus mengejar mimpi itu supaya impian itu berubah jadi kenyataan (the dreams come true). Dalam perjalanan itu anda tidak sendirian, ada Yesus Immanuel yang menyertai anda so jangan kuatir dan percayalah apapun akan Dia lakukan untuk menolong anda, matipun Dia rela untuk anda sebab anda berharga di mata-Nya (baca Yesaya 43:1-4). Hal kedua yang harus kita ingat dalam melewati gersangnya padang gurun adalah Jangan jauh-jauh dari Yesus yang menemani engkau di padang gurun tetaplah dekat karena ada banyak kemungkinan yang akan terjadi, awas….! Bahaya mengancam setiap saat : badai gurun atau binatang buas. Yesus berkata dalam Yohanes 15:5 …di luar Aku kamu tidak bisa berbuat apa-apa… Yesus akan menjadi Guide/Penuntun dalam perjalananmu, jangan takut! anda tidak akan nyasar sebab anda akan pasti sampai ke TANAH PERJANJIAN (KANAAN). Anda sedang berada di Padang gurun?Anda sedang berpetualang bersama Pelukis, Penuntun, Pencipta, Sahabat, dan Tuhan anda. Jadi cobalah menikmatinya jangan terlalu tegang, rileks saja dan ikutlah bertualang/melukis bersama Dia. Seperti bangsa Israel ketika keluar dari Mesir, Tuhan menuntun mereka bertualang di padang gurun, ada kalanya mereka perang, ada kalanya kehausan, ada kalanya harus berjalan tidak henti, ada kalanya cuma duduk-duduk di perkemahan. Tetapi semua untuk melatih mereka. Mereka tidak pernah ditinggalkan sebaliknya mereka dituntun dan dilindungi dengan tiang awan pada siang hari supaya tidak terlalu kepanasan dan tiang api pada malam supaya hidup mereka tidak terlalu gelap dan mereka tetap bisa hangat dalam penyertaanNya. Camkanlah hal ini :Di Balik Padang Gurun Ada Tanah Perjanjian Yang Subur, Di Balik Persoalan Ada Jalan Keluar Menuju Kesuksesan. Lewatilah padang gurun anda, sekalipun itu rasanya begitu gersang, percayalah anda mampu melakukannya. Roma 10:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sampai bertemu di seberang padang gurun yaitu Kanaan/Tanah Perjanjian kemenangan.
Tetap semangat & maju terus, Tuhan Yesus memberkati..
# Dr. Redikson Sidabalok (Ka. Prodi M.Th. STTPBB)
