Ibrani 6:4-6 (TB)

Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,
dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,

namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

.

Pengertian MURTAD yang lebih tegas ada di dalam Ibrani 6:4-6, dalam perikop ini menggunakan kata PARAPIPTÔ, berasal dari gabungan preposisi παρά – PARA dan πίπτω – PIPTÔ, yang berarti:
1. Salah langkah (a false step)
2. Menabrak atau melakukan kesalahan besar (blunder)
3. Jatuh (to fall down from)
4. Meninggalkan kepercayaan (fall away)
5. A lapse from uprightness(makna yang sama dengan dosa dalam bahasa Yunani αμαρτια – hamartia yang artinya meleset, menyimpang (tidak tepat pada sasaran)
Kata PARAPIPTÔ ini digunakan dalam Ibrani 6:6 “…yang murtad lagi…”. Verba PARAPIPTÔ, nominanya adalah: παράπτωμα – PARAPTÔMA, kata nomina ini digunakan dalam Roma 11:11-12 dan dalam LAI-TB diterjemahkan dengan “pelanggaran”, KJV: “jatuh”, untuk merujuk pada kejatuhan/ pelanggaran orang Yahudi yang menolak Yesus Kristus sebagai juru selamat. Ini adalah “KEMURTADAN,” dimana mereka menyimpang dari jalan yang benar.

.

Sinonim verba: PARAPIPTÔ ini dalam bahasa Yunani adalah APHISTÊMI, yang nomina-nya adalah: APOSTASIA, kata ini juga berkaitan dengan kemurtadan.
1. Penyeberangan (a defection).
2. Pemberontakan (a revolt).
3. Kemurtadan (apostacy).
4. Pengkianatan (a renegade)

5. Kejatuhan, pelarian yg meninggalkan kepercayaan (a falling away)

.

Pertanyaannya, mengapa bisa berpaling, murtad atau apa pun namanya?

Mari sukailah Firman Tuhan, bukan hanya berkat, tetapi ajaran dan teguran yg membuat kita terus kuat di dalam Tuhan. Sehingga ketika ada ujian datang, kita tetap berdiri teguh. Amin

Lihat awal dari perikop ini. Inilah penyebabnya.

Ibrani 6:1-2 (TB)  Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,

yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.

Orang Kristen yg tidak mau bertumbuh, yg hanya mendasari pengenalan akan Tuhan pada hal2 tersebut di ayat di atas. Masalah Baptisan, tumpang tangan kebangkitan orang mati. Mengapa hal2 itu menjadi sia2 jika lakukan? Karena bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan itu harus!! Kalau kita hanya berkutat pada hal tersebut maka kita akan mudah terombang ambing dan mudah di goyahkan, dan yg akan berakibat fatal, yaitu MURTAD.

Secara fisik, Manusia yg sehat dan kuat adalah manusia yg bertumbung normal. Demikian juga dengan rohani yg Kuat adalah rohani yg bertumbuh NORMAL.

.

Firman Tuhan yg sama, kita baca dan kita dengar, seharusnya memberi pertumbuhan yg sama, dan menghasilkan tanaman dan tumbuhan yg sama. Karena benih yg ditaburkan sama, dan disiram dengan air yang sama. Tetapi kenyataannya lain, kita berbeda dalam pertumbuhan dan hasil buahnya. Mengapa???

Ada beberapa hal, mengapa tidak bisa bertumbuh, yaitu

1. Lamban dalam mendengarkan. Ibrani 5:11. Alias tidak suka mendengarkan, tidak terlalu peduli, tidak mau tahu.

2. Tidak mau di ajar, belajar. Ibrani 5:12

Kata “masih perlu diajarkan…” artinya sudah bertahun2 jadi Kristen tp masih bodoh. Harus diajar lagi, artinya dulu tidak mau diajarkan, dulu dan sekarang malas belajar.

3. Tidak menyukai teguran dan perintah Tuhan. Ibrani 5:12-14. Tidak suka pada teguran Firman Tuhan. Suka yg memyenangkan telinga misalnya berkat, keberhasilan, menerima dllnya. Tidak suka jika hal2 yg berkaitan dengan belajar, berjuang, sulit, teguran dll.

.

Inilah 3 hal penghalang pertumbuhan dan membuat seseorang berpeluang untuk mudah diombang ambingkan sehingga berujung pada kemurtadan.

Belajarlah dan bertumbuhlah, sehingga ujian apa pun bisa kita hadapi dan tetap kuat di dalam Tuhan Yesus. AMIN

.

#Ezra, M.Th. (Dosen Tetap)