
Salah satu permainan Dunia Fantasi yang membuat orang ketakutan adalah Halilintar. Ketika orang menaiki permainan ini maka perasaan orang akan ketakutan dan tidak bisa berbuat apa-apa, karena kereta yang kita naiki tidak akan berhenti sebelum durasi waktu permainan itu selesai. Dalam mengikuti permainan ini banyak orang yang berteriak karena tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
.
Dalam menjalani kehidupan ini, keadaan kita juga mirip dengan orang yang menaiki permaianan halilintar tersebut. Ketika masalah datang silih berganti menghampiri kehidupan kita, maka kita tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Kita hanya bisa berteriak-teriak tak menentu. Kita kecewa terhadap keadaan yang sedang kita alami dan tidak sedikit yang kecewa terhadap Tuhan. Akhirnya kita mulai melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kebenaran Firman Allah.
.
Kita mulai mengeluarkan kata-kata kutukan, kata-kata kotor dan kata kata yang bisa melemahkan iman kita sendiri. Lalu ada yang melanjutkan kekecewaannya dengan menempuh jalan pintas untuk memperbaiki nasib kehidupannya. Misalnya dengan merampok, mencuri, dan membunuh. Dan tidak sedikit yang akhirnya menghabisi kehidupannya dengan bunuh diri karena putus asa.
Saudaraku yang terkasih, masalah, kesusahan dan persoalan yang kita hadapi bukanlah sebuah takdir kehidupan yang harus kita hadapi. .
Sebab Tuhan tidak pernah merancangkan sebuah kecelakaan kepada kita. Tetapi perlu untuk kita mengerti bahwa penderitaan itu merupakan sebuah jalan kehidupan yang harus kita jalani. Sebenarnya, yang menjadi masalah bagi kita saat ini adalah bagaimana kita menghadapi kehidupan yang sudah tak terkendali itu.
.
Yesus berkata; “Marilah kepadaku yang letih lesu dan berbeban berat” hal ini seharusnya merupakan mahkota besar bagi kita, sebab ketika kita mengalami kehidupan yang sudah tidak bisa terkendali lagi, datanglah pada Yesus, sebab Yesus akan memberikan kita kelegaan dan semangat yang baru untuk menjalani kehidupan ini. Engkaulah orang yang diberkati.***
.
# Dr. Samuel Simanjuntak (KETUA)
