Yakobus 2:14-18 (TB)  Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,
dan seorang dari antara kamu berkata: “Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?
Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

.

Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.”

 

Ada ayat yang berkata dalam

Roma 5:1 (TB)  Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.

 

Memang itu adalah hal yg benar, bahwa saat kita menerima pembenaran dari Kristus adalah saat kita percaya. Tetapi saat kita bertobat, maka harusnya “metanoia” atau perubahan pola pikir yg memberikan perubahan dalam perbuatan kita.

.

Ada sebuah pengajaran dan pemikiran yg menggelitik saya akhir2 ini, yg mengatakan bahwa “Tuhan menerima kita apa adanya atau tanpa syarat”, meskipun kita hidup dalam perbuatan dosa setelah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Jurus’lamat. Sebab kita adalah anak2 Tuhan. Sebab seorang Bapa tidak mungkin membuang anaknya, meskipun anaknya berbuat dosa seumur hidupnya.

Memang seumur hidup kita ini berproses untuk menjadi lebih baik dari hari kehari.

Kolose 3:10 (TB)  dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

Tetapi apakah benar jika setelah percaya Yesus, kita tetap “dibenarkan” untuk hidup bergelimangan dosa? Seakan-akan setelah percaya Yesus kita mendapatkan “kebebasan” untuk berbuat dosa semaunya kita, karena kita hidup dalam kasih karunia. Ini adalah pemahaman yg kebablasan tentang “kasih karunia”.

Perbuatan memang tidak menyelamatkan!!! Tetapi perbuatan kita memberikan bukti bahwa kita adalah anak-anak Tuhan. Rasul Yohanes mengatakan bahwa

1 Yohanes 3:9-10 (TB)  Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

.

Jika setelah percaya kepada Tuhan Yesus dan kita masih bebas berbuat dosa, maka Rasul Yohanes sudah membohongi kita.

Orang percaya sudah dibenarkan oleh pengampunan yg sempurna dari pengorbanan Tuhan Yesus. Tetapi setelah itu, seperti yg Tuhan Yesus sering katakan, “pergilah dan jangan berbuat dosa lagi….” orang percaya, bukan hanya beriman lewat perkataan, tetapi perbuatannya harus memberikan bukti tentang imannya.

.

Iman yang benar adalah iman yg lahir dalam perbuatan, sehingga orang lain mempermuliakan Kristus karena melihat perbuatan kita. Jangan sampai orang mencemooh iman kita karena perbuatan kita yg mempermalukan Nama Tuhan. Anak Tuhan akan membuktikan imannya melewati perbuatannya, karena dari perbuatannyalah akan terlihat bahwa kita ini anak Tuhan atau anak iblis. Amin

.

#Ezra, M.Th (Dosen Tetap)