“Dosaku kuberitahukan
kepada-Mu dan kesalahanku
tidaklah kusembunyikan”
(Mazmur 32:5a)

Di suatu rumah ada seorang gadis yang sedang kebingungan dan merasa putus asa. Sudah hampir dua jam dia mematut wajahnya di cermin, namun tidak ada perubahan yang memuaskan hatinya. Jerawat batu yang menempel di wajahnya membuatnya semakin kesal. Masalahnya sudah diusahakan menutupinya dengan foundation, tapi tetap aja jerawatnya kelihatan. Tambah dipencet malah semakin membengkak itu jerawat. “Aduh, sakit!” Spontan Siska teriak karena kesakitan. Jerawat…jerawat….!!!!….
.

Banyak diantara kita yang berusaha untuk menyembunyikan segala dosa dan kesalahan kita, terutama kepada manusia, dengan cara rajin melayani, rajin ke gereja, menunjukkan sikap yang baik, padahal banyak dosa yang kita tutupi. Jerawat dan noda mungkin bisa ditutupi, tetapi yang namanya dosa tidak mungkin bisa kita tutupi begitu saja dari pandangan Tuhan.
Jangankan terhadap Tuhan, kepada manusia pun dosa tidak mungkin bisa kita tutupi karena satu kali nanti dosa itu akan muncul dengan sendirinya.

.

Sebab Tuhan Yesus pernah berkata dalam Lukas 12:2-3; Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesutupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ketelinga didalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.

.

Seringkali kita berusaha menyembunyikan dosa kita, agar orang lain menerima kita dan menganggap kita orang yang baik. Tetapi sesungguhnya jika kita menyimpan dosa maka akan menimbulkan dampak yang buruk dalam diri kita. Dosa harus kita akui di hadapan-Nya dan membuangnya jauh-jauh dari hidup kita, bukan malah menyembunyikannya.

.

Daud sangat menyadari hal ini. Saat ia jatuh dalam dosa perzinahan dengan istri Uria dan saat nabi Natan menasehatinya, ia langsung berdoa dan meminta pengampunan Tuhan. Sehingga muncullah isi hatinya dalam Mazmur 32 yang mengatakan bahwa “aku akan mengaku kepada Tuhan pelanggaranku dan mengampuni kesalahan dan dosaku.” Demikian jugalah seharusnya terhadap diri kita. kita harus melakukan apa yang dilakukan oleh raja Daud kepada Tuhan. sebab sesungguhnya itulah yang terbaik bagi kita.
Memang benar bahwa Tuhan sudah mengampuni kita jauh sebelum kita mengungkapkan dosa kita kepada-Nya. Tetapi pengampunan dari Tuhan hanya akan kita terima, ketika kita mengakui segala dosa dan kesalahan kita kepada-Nya.

.

Berdandan supaya tampil cantik dan menarik adalah hal yang wajar, tetapi mendandani kehidupan kita dengan berbagai hal rohani untuk menyembunyikan dosa, akan merugikan diri kita sendiri, dan tidak akan membuat kita makin baik dan menarik.
(2 Samuel 12:13-25) Gbu.***

.

#Dr. Samuel Simanjuntak (KETUA)