Mat 3:2 “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”
Mat 3:3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: “Ada
suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan,
luruskanlah jalan bagi-Nya.”
.

Ayat ini berbicara dalam konteks Yohanes Pembatis sebagai seorang yang diutus Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Yesus. Dalam konteks yang digambarkan mengenai, “mempersiapkan jalan bagi Tuhan” disini berbicara mengenai hidup dalam pertobatan (3:2). Salah satu cara mempersiapkan jalan bagi kedatangan Kristus adalah hati yang bertobat atau hidup yang bertobat.
.

Bulan ini (Desember) kita sudah memasuki minggu dimana kita menyambut sebuah peristiwa penting yaitu : Natal : Allah menjadi manusia. Ia datang untuk menyelamatkan
manusia dari dosa ( Mat 1:21). Untuk itu, hari ini kita diingatkan oleh Firman Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi Kristus yang datang, dengan pertobatan hidup kita. Kelak ( kita tidak tahu kapan) Ia akan datang sebagai Raja untuk menghakimi dunia ini.
.

Apa yang kita sudah persiapkan ? Firman Tuhan mengajak kita untuk hidup dalam pertobatan.
1. Dalam pertobatan ada pengakuan dosa. (3:6). Pengakuan bahwa kita adalah manusia yang berdosa sehingga kita perlu bertobat dan kembali kepada Allah adalah hal yang penting. Mengakui dosa adalah tanda bahwa kita perlu Tuhan, kita mengakui bahwa kita berontak kepada Allah dan ingin kembali kepada-Nya. Dalam
surat 1Yoh 1: 9, Yohanes menunjukan bahwa ketika kita dengan rendah hati dan sadar bahwa kita berdosa, kita mengakui perbuatan-perbuatan kita yang menentang Tuhan, maka Tuhan adalah Allah yang setia dan akan mengampuni dosa kita.
Pengakuan dosa adalah sebuah hal yang penting, karena sebagian orang dengan penuh kesombongan tidak mau mengakui kesalahannya , bahkan menyalahkan orang lain, keadaan dan menyalahkan Tuhan.

2. Pertobatan menghasilkan buah (3:8). Pertobatan sejati menghasilkan buah pertobatan. Artinya hal ini, bukan saja sampai pada pengakuan dosa dimulut saja, tetapi diwujudkan dengan perbuatan hidup sehari-hari. Itu sebabnya pertobatan identik dengan perubahan hidup seseorang, yang terus menerus mengalami
pembaharuan : pola pikir, tingkah laku, perkataan dan perbuatan, atau yang biasa disebut sebagai karakter.

3. Pertobatan adalah sebuah proses pemurnian ( 3:11-12). Dalam hal ini Yohanes mengatakan bahwa Yesus akan datang untuk membaptis dengan Roh Kudus dan Api. Hal ini berbicara mengenai pemurnian. Melalui Roh Kudus hidup kita akandimurnikan dan dibersihkan lewat berbagai proses , sehingga tampak jelas bahwa kita adalah gandum atau jerami (12).

.
Dalam menyambut natal, kita diingatkan untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan, salah
satunya lewat hidup dalam pertobatan. Amin .

.

#Dr. Andries Yosua (Wakil Ketua III)