Amsal 21:3 (TB)  Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban.
Seorang konglomerat memberikan persembahan ke gereja dalam jumlah yang sangat besar. Kemudian seorang jemaat bertanya kepada jemaat di sampingnya mengapa dia memberikan persembahan sebesar itu? apakah dia tidak merasa rugi? Bapak itu menjawab, “persembahan itu untuk membersihkannya dari dosa korupsi”. Tidak sedikit orang Kristen yang menutupi dosanya dengan memberikan persembahan. Hal itu melegakan hatinya dan merasa Tuhan berkenan mengampuni kesalahannya karena persembahannya yang besar tersebut.
.
Namun Amsal 21:3 mengungkapkan apa yang Tuhan inginkan dari umatNya. Korban atau persembahan tidak disukai oleh Allah, yang Allah inginkan adalah hidup yang penuh dengan “kebenaran dan keadilan”. Orang yang tidak menyukai hidup dalam rupa-rupa kecemaran dan  melakukan berbagai ketidakadilan terhadap orang lain, sekalipun memberikan korban yang banyak kepada Tuhan, tetap tidak menyukakan hati Tuhan. Kebenaran  yang sama diajarkan oleh daud di dalam Mazmur  51:19 “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah”.
.
Teks Alkitab di atas tentu tidak mengajarkan kita anti persembahan kepada Tuhan, sebab jelas persembahan  adalah kehendak Allah. Inti dari ayat tersebut adalah Allah menginginkan persembahan atau korban yang diberikan dari umatNya yang mencintai dan hidup di dalam kebenaran dan keadilan setiap hari. Dengan demikian hidup kita berkenan kepada Allah dan menjadi kesaksian sekaligus jawaban bagi sesama.