
Filipi 4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
Ayat ini adalah bagian dari surat yang ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi ketika Ia ada di penjara. Salam satu tema dalam surat ini adalah sukacita. Paulus ingin jemaat di Filipi memiliki Sukacita sekalipun dalam berbagai tekanan. Sama seperti Paulus yang saat itu sedang dalam penjara. sebaik apapun penjara, tidak ada orang yang ingin di penjara. Namun disini Paulus memberikan nasehat bahwa orang percaya bisa tetap bersukacita sekalipun dalam pergumulan. Mengapa ? karena Sukacita kita sebagai orang percaya adalah sukacita yang ada di dalam Tuhan. Sukacita kita tidak ditentukan oleh hal yang lain, tetapi sukacita kita adanya di dalam Tuhan.
Biasanya sukacita kita ditentukan oleh beberapa hal :
- Materi : Uang dan harta benda. Ada yang bersukacita jika memiliki banyak uang dan materi. Sukacitanya ditentukan oleh apa yang melekat didalam hidupnya. Apa yang ia miliki, apa yang ia pakai, menentukan sukacitanya.
- Ada yang senang dengan jabatan, gelar, pangkat. Sukacitanya ditentukan oleh penghormatan orang lain.
Jika sukacita kita didasari oleh hal-hal sepeti ini maka sukacita kita adalah sukacita yang fana atau semu. Karena semua itu sifatnya sementara. Yang Paulus maksudkan adalah sukacita di dalam Tuhan, yaitu sukacita oleh Roh Kudus, dimana Sukacita kita didasari karena kita memiliki Tuhan yang Hidup.
Sukcita yang ada di dalam Tuhan yang bisa kita alami dalam kehidupan kita :
- Sukacita dalam memberi :
2 Kor 9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
Dalam ayat ini kita menemukan adanya hubungan antara memberi dengan sukacita. Atau bisa saya simpulkan sukacita kita lahir ketika kita memberi. Prinsip ini tentunya sangat bertentangan dengan hukum dunia. Mana yang lebih kita suka : memberi atau menerima? Mana yang buat kita senang : kita senang diberi atau senang menerima?
Kebanyak orang senang menerima. Alkitab justru mengajar kita bahwa lebih baik kita memberi dari pada menerima
Kis 20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”
Biacara soal memberi tidak selalu harus dikaitkan dengan uang atau materi. Kita bisa memberikan banyak hal selain materi seperti : perhatian kita kepada orang lain, kepedulian kita buat orang lain, waktu kita buat orang lain, tenaga kita, pikiran kita buat orang lain, dsb. Mari kita bersukacita dalam Tuhan.
- Bersukacita dalam pengharapan .
Rom 12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
Ayat ini mengajak kita untuk bersukacita dalam pengharapan. Artinya ada sukacita dalam pengharapan. Mengapa karena kita memiliki pengharapan yang pasti. Bersukacita dalam pengharapan ini ada dalam konteks pergumulan. Orang-orang percaya pada waktu surat Roma ini ditulis mengalami pergumulan terutama dari pihak kaisar Roma yang sangat kejam menindas orang percaya. Namun demikian, Paulus menasehatkan orang-orang di Roma agar tetap berharap kepada Tuhan. meraka tetapi bisa bersukacita karena memilik pengharapan yang pasti dalam Tuhan. artinya : orang percaya bisa mengalami pergumulan, bisa mengalami tantangan, bisa mengalami sakit penyakit, bisa mengalami penderitaan, namun tetpa bisa bersukcaita karena punya pengaharapan yang pasti dalam Tuhan.
Paulus memberikan kesaksian ini kepada jemaat di Filipi dengan berkata dalam : Php 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Mengapa ? karena Paulus memiliki pengharapan yang pasti dalam Tuhan, itu sebabnya dalam pengaharapan tersebut ada sukacita.
Tidak ada orang yang bersukacita dalam pergumulan dan masalah. Justru banyak orang yang lemah, putus asa, bersungut-sungut, marah, dsb. Tetapi kita orang percaya sekalipun ada pergumulan dan tantangan kita dapat bersukacita, karena kita punya harapan yang pasti dalam Tuhan.
- Sukacita kita karena melayani.
Maz 100:2 Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
Kata beribadah dalam ayat ini dari kata abode yang diartikan to serve : melayani. Ada sukacita dalam melayani. walaupun dalam realitasnya melayani tidak menyenangkan dan mendatangkan sukacita. Siapa yang senang jadi pelayan ? mengapa ? karena menjadi pelayan tidak enak. Sering di salahkan, capek, sering disuruh-suruh, harus siap terima komplen dsb. Intinya jadi pelayan tidak enak dan menyenangkan. Namun Alkitab berkata lain. Sukacita dalam Tuhan itu justru diwujudkan ketika kita melayani Tuhan dan sesama. Tuhan Yesus memberikan contoh tenang hal ini seperti yang Ia sampaikan dalam kitab Markus
Mar 10:45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Salah satu arti melayani menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah menolong orang lain. biarlah kita bersukacita dalam Tuhan dengan melayani orang lain yang ada disekitar kita, menolong orang lain yang disekitar kita. mungkin hari ini ada orang yang perlu pertolongan kita. Orang yang bersukacita dalam Tuhan adalah mereka yang melayani Tuhan dan sesama. Amin.
# Dr. Andries Yosua (Wakil Ketua III)
