Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak didalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada didalam dirimu? Sebab jika tidak demikian kamu tidak tahan uji (II Korintus 13:5).

Ayat ini merupakan suatu isi surat Rasul Paulus yang menegor jemaat di Korintus, karena jemaat yang di Korintus masih tetap hidup yang lama. Sekalipun mereka sudah lama menjadi umat Tuhan, tetapi mereka masih tetap dalam dosa dan perselisihan bahkan perepecahan.

Dosa yang masih dilakukan oleh beberapa orang di jemaat Korintus menjadi batu sandungan bagi jemaat lain. Akhirnya terjadi perselisihan bahkan perpecahan. Hal ini menunjukkan bahwa jemaat di Korintus belum dewasa iman dalam menghadapi situasi kehidupan.

Sebagai umat Tuhan kita sering mengalami pengalaman yang sama seperti jemaat di Korintus. Persoalan, perselisihan dan dosa yang dilakukan orang yang kita anggap beriman, sering kali membuat kita lemah bahkan meninggalkan Tuhan. Apalagi kalau kita mendengar aktivis gereja jatuh dalam dosa, kita menjadi lemah dan tertutup kepada Firman Tuhan yang lain. Tetapi sebagai umat yang dewasa (dewasa dalam iman), kita akan kuat menghadapi persoalan.  Persoalan memang akan selalu menghampiri kita, tapi kitapun akan selalu kuat dan mampu menempatkan diri di tengah-tengah persoalan yang kita hadapi tersebut. Inilah realita yang akan dihadapi orang yang dewasa.

Ada dua hal yang harus kita miliki pada saat kita akan menjadi orang yang dewasa rohani atau dewasa iman. Pertama, Menguji persentasi iman kita. Hal ini tentunya kita dapatkan lewat permasalahan hidup, tantangan, pergumulan, bahkan lewat kelemahan dan kekurangan orang lain. Menghadapi hal ini bukanlah hal yang mudah, tetapi dalam hal inilah kita mendapat jawaban atau petunjuk tentang kualitas iman kita. Dalam menghadapi hal ini kita tidak perlu kuatir dan takut, karena Firman Tuhan berkata bahwa “Pencobaan-pencobaan yang kita alami adalah pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan kita (I Kor 10:13)”. Jadi kita pasti akan tetap kuat jika Tuhan bersama-sama dengan kita, Kasih Allah akan selalu bersama-sama dengan kita, “Siapakah yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus” (Roma 8:35).

Kedua, Sadari dan yakini bahwa Yesus ada didalam hidup kita. mengapa kita sering merasa kalah dan merasa tidak mampu pada saat diperhadapkan dengan persoalan? Tentunya permasalahan yang pertama adalah:

Karena kita tidak menyadari bahwa ada pribadi yang berdiam dalam diri kita, yang sanggup memberi kita kemampuan dan kemenangan, pada saat kita mengalami permasalahan dan persoalan. Kita harus ingat dengan Firman Tuhan yang berkata: “Roh yang ada dalam kita lebih besar dari pada Roh yang ada dalam dunia ini.

Dalam Roma 8:37-38 Firman Tuhan dengan tegas berkata “Kita adalah lebih dari orang-orang yang menang oleh Dia yang mengasihi kita.” Jadi sekarang apa yang harus kita lakukan? Apakah kita tetap bersungut-sungut dan mempersalahkan Tuhan pada saat kita diperhadapkan dengan situasi yang kurang bersahabat dengan kita? Kalau kita adalah orang yang dewasa rohani, tentunya kita tidak berbuat demikian.

Bagi orang yang dewasa rohani, Persoalan, kesulitan, pencobaan dan permasalahan bukanlah merupakan penghalang dalam menjalani kehidupan, tetapi sebagai ujian yang membuat mereka naik kelas (kelas rohani). Ujian yang membuat mereka siap untuk mendapatkan berkat yang lebih besar dari Tuhan. Persoalan, pergumulan dan permasalahan juga merupakan sesuatu yang memperkaya iman mereka serta membuat mereka menjadi kuat dan teguh dalam Tuhan.

Saat ini marilah kita menyelidiki diri kita masing-masing. Sudah berapa lama kita mengikuti Yesus?  Apabila pertanyaan di atas sudah dijawab, lanjutkan dengan pertanyaan berikut: Sudah berapa lama kita menjadi orang yang dewasa iman? Atau apakah saat ini kita sudah menjadi orang yang dewasa iman atau belum? Sekali lagi selidikilah dan tetap kuat dalam Tuhan.***

 

# Dr. Samuel Simanjuntak (Ketua STTPBB)